Kita dan Semut
(Juliandi Arifin)
Awan mengeluarkan air mata
Ku tatap di sebuah jendela
Percikan-percikan permata
Menghantam tanah hingga terkelupas kulitnya
Disana ada gerombolan semut
Sedang menggotong biji-bijian
Sepertinya mereka panik
Mungkin kiranya kiamat
makanan terus mereka bawa
Karena itu untuk mereka
Untuk keluarga mereka
Untuk anak-anak mereka
Sama seperti kita tapi mereka bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar