Kita dan Semut
(Juliandi Arifin)
Awan mengeluarkan air mata
Ku tatap di sebuah jendela
Percikan-percikan permata
Menghantam tanah hingga terkelupas kulitnya
Disana ada gerombolan semut
Sedang menggotong biji-bijian
Sepertinya mereka panik
Mungkin kiranya kiamat
makanan terus mereka bawa
Karena itu untuk mereka
Untuk keluarga mereka
Untuk anak-anak mereka
Sama seperti kita tapi mereka bersama.
Sabtu, 19 November 2016
Minggu, 06 November 2016
Sabtu, 05 November 2016
Suara Subuh
Suara Subuh
(Juliandi Arifin)
Suasana saat menutup mata
Ada keanehan dalam cerita
Tidak terpikir itu maya
Aku tenggelam di dalamnya
Tiba-tiba semua beradu
saat dering meronta di telingaku
Resahku terbalas suara merdu
mengiringi dering ku
Aku bangkit dan melangkah
Terhipnotis dengan suara dimenara.
(Juliandi Arifin)
Suasana saat menutup mata
Ada keanehan dalam cerita
Tidak terpikir itu maya
Aku tenggelam di dalamnya
Tiba-tiba semua beradu
saat dering meronta di telingaku
Resahku terbalas suara merdu
mengiringi dering ku
Aku bangkit dan melangkah
Terhipnotis dengan suara dimenara.
Langganan:
Postingan (Atom)